Category Archives: Tips & Trik

Sharing koneksi inet pake’ wifi laptop

Setelah cukup lama nggak ngeblog (sibuk mode ON), kini kembali lagi nulis dengan berbagi pengalaman aja ma temen2 semua, yakni melakukan sharing internet dengan wifi (laptop). Cara settingnya nggak terlalu sulit sich, namun cukup bikin stress bagi yang nggak paham dasar jaringan (kayak aku) 😀 . Nanti aku akan berikan langkah – langkahnya, tetapi sebelumnya, akan aku sedikit jelaskan mengenai ruang lingkup sharing internet, karena cara pengaturan untuk satu kasus mungkin saja berbeda dengan kasus lainnya.

Aku mempunyai satu notebook Toshiba yang dilengkapi dengan wifi dan satu notebook milik temen yang juga dilengkapi dengan wifi. Sedangkan modem yang aku gunakan adalah TP-Link TD8817  dengan koneksi Speedy Socialia. Notebook Toshiba akan aku jadikan sebagai komputer yang terhubung ke internet, sedangkan si ACER mengambil koneksi internet si Toshiba. Sebagai penghubungnya, aku menggunakan wifi. Dalam bahasa IT-nya, cara sharing ini dikenal sebagai Ad Hoc atau Peer to Peer. 😛

Apakah Ad Hoc ini bisa digunakan lebih dari dua komputer ? Misalnya tiga atau empat komputer dengan satu koneksi internet ? Jujur neh, aku gak tahu jawabannya…he..he…he….
Yang pernah aku coba, untuk sharing internet lebih dari dua komputer, maka anda harus beli access point, harganya sekitar 400ribuan. Kalau udah ada tuh barang, cara settingnya jauh lebih gampang ! Cukup 1 menit, langsung selesai. Namun untuk sementara, aku tidak akan menjelaskan mengenai cara sharing dengan access point. Temen2 bisa mencari informasinya melalui google, banyak kok web/blog yang menulis mengenai hal ini.

Jadi, langkah – langkah yang harus dilakukan adalah :
1. Membuat Ad Hoc Access point untuk dua komputer yang ingin disharing.
2. Setting komputer yang mempunyai koneksi internet (Server)
3. Setting komputer lainnya yang menumpang koneksi internet tersebut (Client).

MEMBUAT AD HOC ACCESS POINT
Buka Network Connection sampai keluar Wireless Network Connection. Lalu klik kanan. Temen2 akan menemukan gambar di bawah ini (yang sebelah kiri dulu keluarnya, setelah diklik Add, maka baru muncul gambar sebelah kanannya).

Sharing Internet dengan wifi
Cara membuat Ad Hoc Access Point

Network name (SSID) itu nama networknya, bisa diisi sembarang. Boleh network, boleh wifi, dan sangat dianjurkan menggunakan nama topenk. Ha…ha….ha…. Huruf kecil maupun huruf besar tidak jadi masalah. 😀

Isi Network Autentication dengan Open, dan Data Encryption dengan Disabled. Mengapa ? Karena cara ini yang termudah. Lagian aku bukan ahli komputer yang ngerti segala sesuatunya. Aku mah coba-coba dan ngawur dikit. Yang penting kan berhasil sharing…tul gaaak ??? 😛

Jangan lupa mencentang yang ada tulisannya ad hoc. Kalo kelupaan, gak bakalan bisa sharing internet. terus yang The Key is provided for me automatically itu gak isa dirubah karena kan Data encryptionnya Disabled, kalo lupa nyentang juga gak masalah kok.

Nah, sekarang telah berhasil membuat Ad Hoc Access point untuk satu notebook. Hore…selamat…selamat !! Anda hebat !! Sukses yaa !  Oh iya, sebagai tanda setting wifi temen2 berhasil maka, di bagian Wireless Network Connection akan muncul sebuah access point buatan temen2 !

Contoh access point buatanku dengan nama lagi
(karena yang pertama gagal)

Lakukan langkah – langkah ini untuk notebook satunya lagi.

SETTING KOMPUTER YANG MEMPUNYAI KONEKSI INTERNET
Buka Network Connection lalu klik kanan di koneksi internet anda yang akan di share.

Setting Internet

Centang di Allow other network….. (kepanjangan, malas nulisnya), lalu pilih Wireless Network Connection di Home networking connection.

Berhasil setting internet Jika berhasil, maka pada icon dial up anda akan muncul gambar tangan. Artinya, koneksi internet anda berhasil di sharing.

SETTING KOMPUTER LAINNYA YANG GAK MAU BONDO INTERNET
Eh….salah ding, yang mau memaksimalkan apa yang ada. Ha…ha…ha… lak podo wae mas.

Langkah terakhir ini agak ruwet, semoga temen2 mengerti ! Step by step untuk sharing internet :
1. Mengisi IP address (alamat komputer)
2. Mengisi Gateway (apa itu ? pokok’e gateway)
3. Mengisi DNS dan WINS (pokok’e bisa sharing internet!)

MENGISI IP ADDRESS DAN GATEWAY
Kembali ke atas sebentar. Ketika temen2 berhasil men-share koneksi internet temen2 dan muncul icon tangan, maka IP ADDRESS wifi temen2 telah berubah menjadi 192.168.0.1. Coba dibuka Network Connection lalu klik kanan di Wireless Network Connection. Pilih Properties.

Cara Sharing Internet dengan wifi
Ini adalah tampilan Wireless Network Connection temen2 setelah di share

Seperti biasa, gambar kanan akan muncul bila temen2 : Memilih Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik Properties. Benar kan kataku kalo IP address wifi temen2 192.168.0.1 dengan Subnet mask 255.255.255.0. Awas, jangan salah pilih modem anda. Dalam kasusku, modem wifi yang saya gunakan adalah Realtek RTL8187 Wireless 802.11 g.

Tulisanku di atas itu cuman sebagai informasi saja, jangan terlalu dipikirin, maksudku supaya temen2 bisa tahu asal mula angka 192.168.0.1 tadi. Kita lanjutkan lagi cara setting internet untuk komputer kedua temen2.

Buka Network Connection lalu pilih Wireless Network Connection. Klik kanan dan pilih Properties.

Cara Sharing Internet Telkomsel
Ini aku ambil dari NOTEBOOK ACER temenku (komputer ke dua)

Untuk IP address komputer kedua anda isi dengan 192.168.0.XXX. Di mana XXX antara 2 – 255. Misalnya saja : 192.168.0.3 seperti netbookku. Untuk Default Gateway anda harus isi 192.168.0.1 (mengarah ke IP address wifi komputer pertama)

Nah, langkah pertama dan kedua telah dilewati. Sekarang tinggal langkah ketiga ALIAS langkah terakhir.

MENGISI DNS DAN WINS
Dari mana asalnya DNS dan WINS ?? Apakah pak Topenk ini ngawur ?? Ha … ha…ha…

Klik STARTRUN – ketikkan command. Dan temen2 akan kembali ke jaman dahulu kala, di DOS. Setelah keluar prompt temen2 ketikkan ipconfig /all
Maka akan muncul DNS dan WINS komputer temen2 (komputer pertama yaa, yang ada sambungan internetnya)

Internet Connection Sharing
Awas jangan salah komputer ! Ambil di komputer 1 dan isi di komputer 2

Kemudian, bagaimana cara mengisi DNS dan WINS ini di komputer ke dua ?
Buka Network Connection lalu pilih Wireless Network Connection. Klik kanan dan pilih Properties. Lalu klik di Advance. Maka akan muncul gambar di bawah ini.

Sharing Internet Windows
Isi di komputer ke dua yaa !

Tes dengan browsing di komputer kedua. Apabila berhasil, maka temen2 akan menjumpai penampakan mbah google di browser, dan apabila nggak berhasil, kemungkinan ada yang salah saat melakukan setting ad hocnya. Weleh..weleh…..capek juga nulis. Tapi gak apa – apa, yang penting temen2 berhasil konek ke internet. Jerih payah ini akan terbalaskan. Kan dapat pujian dari temen2 yang mendapatkan berkat dari tulisanku ini. Ha…ha…ha…

Iklan

Sedikit tips buat SQUID Proxy

Pada artikel sebelumnya telah aku jelaskan secara sederhana bagaimana install squid proxy di windows. Dan di artikel kali ini, aku mencoba memberikan sedikit penjelasan dan mungkin sedikit tips yang mungkin bermanfaat bagi temen2 yang membutuhkan.

http_port : port squid yang digunakan pada server proxy. Secara default adalah 3128.
dns_nameservers : IP DNS server yang digunakan pada Squid, pada contoh diartikelku sebelumnya, aku menggunakan DNS dari Speedy wilayah jatim. Temen2 juga bisa menggantinya dengan IP DNS dari OpenDNS yang bisa digunakan sebagai filter untuk memblokir akses ke situs situs seperti konten dewasa, kekerasan, pornografi, judi dan sebagainya.
cache_mgr : pengelola Squid server. Misal: admin@network.com
visible_hostname : untuk menampilkan alamat web/host. Misal: asolole.wordpress.com
minimum_object_size : ukuran file minimal yang akan disimpan pada direktori cache Squid
maximum_object_size : ukuran file terbesar yang akan disimpan pada direktori cache Squid
maximum_object_size_in_memory : ukuran file terbesar yang akan disimpan pada memory CPU. Semakin besar file akan semakin menghabiskan kapasitas memory CPU. Lebih baik gunakan ukuran yang kecil, supaya bisa lebih banyak menampung file file berukuran kecil pada memory CPU.
cache_replacement_policy : Penempatan file pada direktori cache Squid. Aku menggunakan LFUDA, karena pada metode ini, akan menghapus file file berukuran kecil dan tetap menyimpan file file berukuran besar pada direktori cache Squid.
memory_replacement_policy : Penempatan file pada memory CPU. Aku menggunakan GDSF, karena akan menghapus file file berukuran besar dan tetap menyimpan file file berukuran kecil.
cache_dir : Letak direktori cache Squid. Jika pada satu komputer terdapat lebih dari satu HDD, letakkan cache direktori pada masing masing HDD. Pada prinsipnya lebih baik menyimpan cache pada banyak HDD dengan kapasitas direktori setiap hdd menjadi kecil kecil, daripada menyimpan cache direktori pada satu HDD dengan ukuran direktori yang besar.
access_log : Untuk menentukan letak file log Squid.

Kiranya demikian saja dulu yang bisa aku sampaikan. Selebihnya, temen2 bisa pelajari sendiri keterangannya pada file squid.conf.default atau bisa juga tanya2 mbah google. 😛


SQUID buat windows

Tiap kita mengakses situs sebenarnya yang kita lakukan adalah mendownload semua data berupa tulisan, link, teks, gambar dan file lain dalam halaman tersebut. Dalam proses standar, semua file ini akan disimpan dalam file temporer browser. Namun pada prakteknya, tiap kita membuka halaman yang sama, kita tetap mendownload file yang sama,berulang kali. Anggap saja suatu halaman web berukuran total 500KB,maka jika kita membuka halaman tersebut sepuluh kali dalam sehari makakita akan menggunakan bandwith sebesar 500KB x 10 = 5MB!

Proxy atau juga yang disebut Squid sebenarnya adalah program yang dikembangkan dalam dunia Linux yang bekerja efektif mengelola file temporer. Di google, kita bisa menemukan SquidNT yang dikembangkan dari versi linuxnya oleh Guido Serassio. Cara kerjanya sama dengan Squid di Linux, yakni dengan otomatis menyimpan semua file yang kita download saat mengakses situs di dalam satu file temporer yang disebut cache. Di sana semua konten, alamat, teks, gambar dan halaman web disimpan. Pada saat kita mengakses situs untuk pertama kali, squid akan secara otomatis menyimpannya dan membuat link bayangan agar saat halaman yang sama dibuka untuk kedua kali, browser tidak langsung mendownload dari situsa slinya. Melainkan mendownload dari cache squid yang notabene ada diPC/LAN. Sehingga halaman web akan lebih cepat terbuka. Jika kita sering membuka halaman yang sama, prosesnya akan jauh lebih cepat saat kedua kali dan seterusnya..

Sekarang kita lihat, berapa perhitungan bandwithnya. Suatu halaman sebesar 500KB, berisi halaman web sederhana dan berbagai gambar. Squid hanya akan mendownload kode HTML nya saja dan menyaring semua informasi yang ada di dalamnya. Jika dalam screening ini semua data pendukung(gambar, skrip, file) sudah ada di cache, bandwith tidak akan lebih besar dari 100Kb bahkan lebih kecil lagi. Anggap saja kita lakukan refresh selama 10 kali maka hasil yang didapat adalah: 100KB x10 =  2MB saja. Kita bisa menghemat bandwith menjadi 1/5 bahkan lebih kecil lagi!

Itulah mengapa aku sengaja sharing tutorial membuat/install Squid di windows. Oke, pertama download filenya di sini atau di sini.

Selanjutnya langkah instalasi:

1. Ekstrak file Squid-2.7STABLE7.bin yang telah didownload. Aku sarankan di ekstrak ke direktory c:\squid\ untuk lebih mempermudah mengikuti tutorial ini.

2. Lihat dan perhatikan isi folder c:\squid\etc\. Disana ada beberapa file konfigurasi default squid sebagai berikut:

– cachemgr.conf.default

– mime.conf.default

– squid.conf.default

– squid_radius_auth.conf.default

Yang perlu kita lakukan adalah, me-rename keempat file tersebut menjadi:

– cachemgr.conf

– mime.conf

– squid.conf

– squid_radius_auth.conf


3. Buka file squid.conf dengan editor teks. Bisa gunakan Notepad, Wordpad atau program pihak ketiga seperti Notepad++. Temukan tulisan TAG: http_port. Pastikan di bagian bawah TAG ini sudah ada tulisan http_port 3128 sehingga tampak seperti berikut:

# TAG: http_port

# Usage: port [options]

# hostname:port [options]

# If you run Squid on a dual-homed machine with an internal

# and an external interface we recommend you to specify the

# internal address:port in http_port. This way Squid will only be

# visible on the internal address.

#

# Squid normally listens to port 3128

http_port 3128

4. Temukan TAG: visible_hostname, tambahkan tulisan visible_hostname localhost di bagian bawah tag ini. Hapus tulisan # none. sehingga tampak seperti berikut:

# TAG: visible_hostname

# If you want to present a special hostname in error messages, etc,

# define this. Otherwise, the return value of gethostname()

# will be used. If you have multiple caches in a cluster and

# get errors about IP-forwarding you must set them to have individual

# names with this setting.

#

#Default:

visible_hostname localhost

5. Temukan http_access allow localnet. Tambahkan http_access allow localhost di bawahnya menjadi:

# Example rule allowing access from your local networks.

# Adapt localnet in the ACL section to list your (internal) IP networks

# from where browsing should be allowed

http_access allow localnet

http_access allow localhost

6. Temukan TAG: cache_mgr kemudian ubah menjadi seperti ini:

#  TAG: cache_mgr
#    Email-address of local cache manager who will receive
#    mail if the cache dies. The default is “webmaster”.
#
#Default:
cache_mgr localhost

#  TAG: mail_from
#    From: email-address for mail sent when the cache dies.
#    The default is to use ‘appname@unique_hostname’.
#    Default appname value is “squid”, can be changed into
#    src/globals.h before building squid.
#
#Default:
email.temen2@nama.domain

Misal: alwitofanurhudi@yahoo.co.id

7. Temukan TAG: dns_nameservers, pada tulisan dns_nameservers. Pada bagian bawah tag ini, isi dengan alamat DNS dari ISP yang digunakan dengan format dns_nameservers [primary DNS] [secondary DNS]. Dalam hal ini aku menggunakan ISP Speedy Wilayah Jatim maka akan tampak sebagai berikut:

# TAG: dns_nameservers

# Use this if you want to specify a list of DNS name servers

# (IP addresses) to use instead of those given in your

# /etc/resolv.conf file.

# On Windows platforms, if no value is specified here or in

# the /etc/resolv.conf file, the list of DNS name servers are

# taken from the Windows registry, both static and dynamic DHCP

# configurations are supported.

#

# Example: dns_nameservers 10.0.0.1 192.172.0.4

#

#Default:

dns_nameservers 202.134.1.10 202.134.0.155

Temen2 bisa temukan DNS yang lebih tepat dengan mencoba alamat DNS dari koleksi Server DNS Speedy (untuk yg menggunakan speedy)

202.134.0.155nsjkt1.telkom.net.id

203.130.196.5nsjkt3.telkom.net.id

203.130.196.155nsjkt2.telkom.net.id

202.134.2.5nsbdg1.telkom.net.id / ns2.telkom.net.id

202.134.1.10nssby1.telkom.net.id

203.130.208.18nssmg1.telkom.net.id

203.130.206.250nsmdn1.telkom.net.id

203.130.196.6ns1.telkom.net.id

202.134.1.7ns3.telkom.net.id

atau bisa juga DNS luar negeri di sini.

Akhiri dengan menyimpan file squid.conf tersebut.

8. Buka Start > Run > Ketik CMD [Enter]. Dalam Command Prompt, ketik baris perintah berikut untuk membuat cache direktory:

c:\squid\sbin\squid.exe -D -z [Enter]

Jika muncul pesan popup Windows Security Alert, pilih Unblock untuk memberi akses kepada instalasi Squid Proxy.

9. Selanjutnya, ketik perintah berikut:

c:\squid\sbin>squid.exe -d | -D [Enter]

Tunggu beberapa saat kemudian tekan CTRL + C.

10. Ketik perintah berikut untuk install service squid:

c:\squid\sbin>squid.exe -i [Enter]

12. Yang terakhir (masih di command prompt), ketik:

c:\squid\sbin\squid.exe -O -D [Enter]

11. Jendela command prompt bisa ditutup lalu jalankan Service Panel  melalui Control Panel > Administrative Tools > Services. atau

Start > Run > ketik Services.msc [Enter]

Temukan service bernama Squid > Klik link Start di panel sebelah kiri untuk menjalankan Squid.

12. Selanjutnya, Ubah setting pada browser. Arahkan proxy pada browser ke alamat localhost dengan port 3128 seperti gambar berikut:

Secara default Squid akan menjalankan proses sendiri tiap kali PC melakukan restart. Cache squid ini disimpan dalam folder c:\squid\var\cache. Untuk melihat log file squid proxy, temen2 bisa mengetikkan:

more c:\squid\var\logs\access.log [Enter]

UNINSTALL

Jika temen2 ingin menghapus squid, ketikkan perintah berikut di Command Prompt.

c:\squid\sbin>squid -r -n squid [Enter]

Selesai. Gampang bukan?

Semoga bermakna dan bermanfaat. 🙂


Bikin CMD yang lebih personal

Tips kali ini sebetulnya udah banyak di gugel. Tapi nggak ada salahnya aku coba tulis kembali. Siapa tahu ada temen2 yang kepingin nyoba.

Caranya sebagai berikut:

Cari gambar ASCII yang menurut temen2 menarik di situs ini. Setelah itu paste di notepad terus edit seperti ini:

@echo off
title proxsy terminal system
echo.
echo                                      uuuuuuu
echo                                  uu$$$$$$$$$$$uu
echo uu$$$$$$$$$$$$$$$$$uu
echo u$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$u
echo u$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$u
echo u$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$u
echo u$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$u
echo u$$$$$$”   “$$$”   “$$$$$$u
echo “$$$$”      u$u       $$$$”
echo $$$u       u$u       u$$$
echo $$$u      u$$$u      u$$$
echo “$$$$uu$$$   $$$uu$$$$”
echo “$$$$$$$”   “$$$$$$$”
echo u$$$$$$$u$$$$$$$u
echo u$”$”$”$”$”$”$u
echo uuu        $$u$ $ $ $ $u$$       uuu
echo u$$$$        $$$$$u$u$u$$$       u$$$$
echo $$$$$uu      “$$$$$$$$$”     uu$$$$$$
echo u$$$$$$$$$$$uu    “””””    uuuu$$$$$$$$$$
echo $$$$”””$$$$$$$$$$uuu   uu$$$$$$$$$”””$$$”
echo “””      “”$$$$$$$$$$$uu “”$”””
echo uuuu “”$$$$$$$$$$uuu
echo u$$$uuu$$$$$$$$$uu “”$$$$$$$$$$$uuu$$$
echo $$$$$$$$$$””””           “”$$$$$$$$$$$”
echo “$$$$$”                      “”$$$$””
echo $$$”                         $$$$”
echo.
echo ================================================================================
echo                            [proxsy computer system]
echo                       Email: alwitofanurhudi@yahoo.co.id
echo                        Sites: http://www.asolole.wordpress.com
echo.
echo ================================================================================
echo.
echo.
:terminal
set /p “cmdx=[%cd%]=>”
%cmdx%
echo.
goto terminal
::end of code::

Perlu diketahui, text berwarna merah adalah kode batch programing yang dapat dibaca oleh system. Sedangkan text berwarna abu2, adalah kode ASCII yang nantinya akan menampilkan gambar di command prompt.

Setelah itu, simpan dengan nama terserah. Misalnya: terminal.bat dan taruh di C:\WINDOWS\system32 dengan tujuan mempermudah pemanggilan melalui run.

Lalu kita buat nilai pada registry dengan menuliskan baris perintah berikut pada registry:

reg add “HKLM\Software\Microsoft\Command Processor” /v Autorun /t REG_SZ /d “Call C:\terminal.bat” /f

dan ENTER..

Sekarang coba ketik CMD di run dan lihat hasilnya.. ^_^

Untuk penjelasan script diatas menyusul aja yach.. coz mau ngopieee duluuuuuuuuuuuuuuuuu.. 😀

 


Buka Registry Editor WinXP via CMD

Udah lama nggak buka XP yang pernah aku buat di mesin virtual (cuman buat ngoprek). Pas asyik2nya ngoprek, aku butuh akses ke registry dan celakanya nggak tahu kenapa registryku nggak bisa dibuka. Disable by adminstrator..!! Hadeh.. perasaan aku nggak pernah disable. 😦

Perlu diketahui, XP yang aku tanem di mesin virtual nggak aku sharing dengan kompi fisik. Nggak aku aktifin juga koneksi netnya. Andaikan aku aktifin atau aku share dengan kompi fisik, aku nggak bakalan bingung soal registry yang ke disable. Coz aku punya tool buat buka registry yang ke disable. Di google banyak kok kalau temen2 pingin..

Berhubung nggak ada tool apa2, ya terpaksa ngandelin daya ingat doank. Untungnya, CMD alias command prompt di XP virtualku nggak terdisable. Jadi aku tetep bisa akses registry dengan masukin perintah berikut ini di CMD:

REG add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v DisableRegistryTools /t REG_DWORD /d 0
Enter..
Jawab pertanyaan dengan ‘Y‘ kalau ada ..
Tutup CMD dan coba ketik regedit di run.. dan..
Registry pun terbuka.. 🙂

 


Backup Data/Windows dengan EASEUS Todo Backup Home 2.0

Salah satu pengembang software yang berfokus dalam hal data dan recovery ( hardisk) adalah Easeus. Beberapa software bermanfaatnya bisa kita dapatkan secara gratis, seperti misalnya Easeus Partition Master dan Easeus Data Recovery Wizard. Belum lama ini, Easeus kembali merilis versi baru salah satu produknya, Easeus ToDo Backup Home 2.0.

Biasanya jarang pengguna komputer yang rutin melakukan backup data-data penting komputer, padahal proses backup merupakan hal yang sangat penting, apalagi jika data-data di komputer sangat berharga. Karena kesalahan delete, kerusakan dari virus, hardisk bermasalah bisa menyebabkan data-data penting kita rusak/hilang.

 

 

 

 

 

 

 

 

Easesus ToDo Backup Home 2.0 merupakan software yang bisa kita download dan gunakan secara gratis. Sebelumnya saya sudah pernah membahas juga software sejenis yaitu FBackup. Hanya saja Easeus memberikan fitur lebih. Seperti namanya, selain menyediakan fitur backup data, beberapa fitur lain juga disertakan. Berikut beberapa fitur Easeus ToDo Backup Home 2.0 :

  • System Backup and Recovery. Easeus mampu mem-backup keseluruhan sistem operasi (windows) termasuk aplikasi yang di install didalamnya On the Fly (tanpa harus menginterupsi kerjaan kita)
  • File and Folder Backup. Fitur untuk mem-backup file-file di lokasi folder tertentu atau berdasarkan tipe file. Dan bisa di set secara otomatis, harian, mingguan, bulanan, event tertentu dan lainnya
  • Incremental Backup. Fitur yang hanya mem-backup perubahan-perubahan yang terjadi saja, sehingga hardisk yang dipakai lebih kecil
  • Backup Schedule, kita dapat melakukan backup berdasarkan waktu atau event tertentu, seperti ketika startup windows
  • Backup Management, yang mengijinkan kita untuk memanajemen hasil backup, termasuk konversi ke format VMware atau Virtual PC
  • Disk Tool, beberapa fitur berhubungan dengan disk, seperti Cloning, untuk migrasi/upgrade partisi, Partition wipe untuk menghapus data lebih aman
  • Fitur untuk menyimpan data ke CD/DVD, FTP termasuk juga ke eksternal HDD

Untuk fitur lengkap termasuk langkah-langkah menggunakan di masing-masing fitur, bisa langsung mengunjungi halaman Easeus ToDo Backup Home 2.0. Di versi 2.0 ini, selain fitur diatas, Software ini juga tampil dengan antarmuka yang baru, sehingga fitur-fitur yang disediakan bisa diakses lebih mudah. Easeus ToDo Backup Home dapat berjalan di Windows 2000/XP/Vista/Windows 7.

Download tb_home.exe Lokasi 1, tb_home.exe Lokasi 2 ( 63.6 MB)

(Artikel diatas dikutip dari sitenya bang ebsoft atas permintaan salah seorang temen. Daripada panjang lebar nulis, mending izin copas bang ebsoft. Hehe..)

Berkaitan dengan backup membackup seperti yang telas dijelaskan pada artikel di atas, aku juga udah bikin image backup (system) winXP ma win7 dengan tujuan mempermudah installasi winXP/7 lengkap dengan program2 standart & sudah teroptimalkan.

Image yang aku buat sengaja tidak aku sertakan driver2 seperti chipset, vga, maupun audio dengan tujuan agar bisa dipasang walau beda mesin baik itu PC/Laptop/Netbook. Jadi, setelah image terestore, tinggal install driver2 yang sekiranya diperlukan & systempun siap dipakai.. 🙂

Buat temen2 yang tertarik dengan image siap pake yang udah aku buat, bisa hubungi aku tuk  copy image dengan biaya ganti keringat 25 rebu ja.. 😀

NB:

Untuk winXP menggunakan SP2 support SATA. Untuk update ke SP3 atau kepingin windusnya jadi genuine bisa secara manual. Tutorialnya udah ada diblog aku juga.

Untuk win7 menggunakan win7 Ultimate teraktivasi lengkap software2 standart juga udah termaintenance.


Ngelimit speed download IDM

Berawal dari ketidak sengajaan saat ngoprek setting modem (ubah mode pppoe ke bridge buat dial-up mikrotik), dimana alokasi bandwidth dari speedy tersharing dengan sendirinya. Saat itu aku coba download dari beberapa server lokal dan mendapati kecepatan transfer rateku separo dari alokasi bandwidth yang aku miliki yakni 1mb. Biasanya, transfer rate yang aku dapati saat download di server2 lokal adalah :

Dan saat proses download tidak bisa melakukan aktivitas browsing. Sebab semua bandwidth yang teralokasikan disedot habis oleh si IDM. Namun setelah insiden ketidaksengajaan saat ngoprek modem, transfer rate yang aku dapatkan jadi sekian:

Dimana aktivitas browsing maupun chatting tidak ada kendala walaupun proses download sedang berlangsung.

Aku pikir, saat itu mungkin karena mikrotikku yang melakukan share bandwidth secara otomatis. Tapi seingatku aku nggak pernah melakukan limit bandwidth via mikrotik. Dan emang betul, setelah aku cek via winbox, sama sekali tidak ada sedikitpun settingan ngelimit bandwidth baik di mangle firewall maupun queue.

Sempet curiga juga pada settingan IDM. Jangan2 IDMku rewel. Ternyata kecurigaanku salah. IDMku normal2 aja setelah aku liat pada option connection seperti screenshot di bawah ini:

Atau mungkin juga server lokal lagi down. Seperti kebiasaan indowebster yang hobi maintenance server. 😀

Namun dugaanku kali ini juga keliru. Aku coba download dari server2 lokal lain juga demikian. Transfer rate yang aku dapatkan tetep separo dari alokasi bandwith yang aku peroleh.

Berhubung penasaran, akhirnya aku coba setting modem ulang lagi. Siapa tahu keanehan yang sama memang bener2 berasal dari settingan modem yang aku rubah. Setelah selesai dan aku coba download, ternyata malah sebaliknya. Transfer rate yang aku dapati justru menjadi full. Aku tidak bisa browsing lagi saat proses download berlangsung. Kok bisa yaa..?? 😀

Penasaran masih bergelayut dibenakku. Aku coba reset modem dan setting ulang lagi. Siapa tahu alokasi bandwidthku kesharing kembali. Hehehee..

Yeeachh.. ternyata nggak bisa. Bandwidthku sama sekali nggak tersharing dan aku tetep mendapati transfer rate full saat proses download kujalankan. Hmm..

Mo gimana lagi, kayaknya hampir mentok. 😛

Akhirnya aku akali aja. Aku limit aja via IDM langsung. Agar saat proses download berlangsung, aku juga tetep bisa browsing maupun chatting. Begitu pula pengguna yang lain (ebes). 😀

Tentang cara bagaimana ngelimit bandwidth via IDM adalah sebagai berikut:

1. Buka IDM

2. Klik tab Downloads pada menu bar IDM seperti gambar ini dan pilih speed limiter:

3. Setelah itu pilih settings:

4. Isi pada kolom maximum download speed  for one file dengan nilai yang dikehendaki. Disini aku memberi nilai 52 KBps sesuai kebutuhanku.

5. Centang pada bagian allways turn on speed limiter on IDM startup. Tujuannya adalah, agar setiap PC/Laptop dinyalakan, otomatis IDM akan melakukan limit bandwidth sesuai settingan yang telah dibuat.

6. Klik OK dan restart IDM.

Setelah step by step tersebut dilakukan, silahkan temen2 coba download dari server mana aja terserah dan lihat pada transfer rate IDM apakah berhasil kelimit atau nggak. Apabila berhasil terlimit, silahkan tes sekali lagi dengan melakukan browsing maupun chatting. Jika aktivitas browsing-chatting tidak terganggu dengan proses download, maka selesailah tips kali ini.

Selamat mencoba.. ^_^

Asololeee..

NB:

Soal share alokasi bandwidth yang aku alami masih belum terpecahkan. Kali aja ada yang bisa bantu. Coz masih penasaran banget nih.. 🙂