SQUID buat windows

Tiap kita mengakses situs sebenarnya yang kita lakukan adalah mendownload semua data berupa tulisan, link, teks, gambar dan file lain dalam halaman tersebut. Dalam proses standar, semua file ini akan disimpan dalam file temporer browser. Namun pada prakteknya, tiap kita membuka halaman yang sama, kita tetap mendownload file yang sama,berulang kali. Anggap saja suatu halaman web berukuran total 500KB,maka jika kita membuka halaman tersebut sepuluh kali dalam sehari makakita akan menggunakan bandwith sebesar 500KB x 10 = 5MB!

Proxy atau juga yang disebut Squid sebenarnya adalah program yang dikembangkan dalam dunia Linux yang bekerja efektif mengelola file temporer. Di google, kita bisa menemukan SquidNT yang dikembangkan dari versi linuxnya oleh Guido Serassio. Cara kerjanya sama dengan Squid di Linux, yakni dengan otomatis menyimpan semua file yang kita download saat mengakses situs di dalam satu file temporer yang disebut cache. Di sana semua konten, alamat, teks, gambar dan halaman web disimpan. Pada saat kita mengakses situs untuk pertama kali, squid akan secara otomatis menyimpannya dan membuat link bayangan agar saat halaman yang sama dibuka untuk kedua kali, browser tidak langsung mendownload dari situsa slinya. Melainkan mendownload dari cache squid yang notabene ada diPC/LAN. Sehingga halaman web akan lebih cepat terbuka. Jika kita sering membuka halaman yang sama, prosesnya akan jauh lebih cepat saat kedua kali dan seterusnya..

Sekarang kita lihat, berapa perhitungan bandwithnya. Suatu halaman sebesar 500KB, berisi halaman web sederhana dan berbagai gambar. Squid hanya akan mendownload kode HTML nya saja dan menyaring semua informasi yang ada di dalamnya. Jika dalam screening ini semua data pendukung(gambar, skrip, file) sudah ada di cache, bandwith tidak akan lebih besar dari 100Kb bahkan lebih kecil lagi. Anggap saja kita lakukan refresh selama 10 kali maka hasil yang didapat adalah: 100KB x10 =  2MB saja. Kita bisa menghemat bandwith menjadi 1/5 bahkan lebih kecil lagi!

Itulah mengapa aku sengaja sharing tutorial membuat/install Squid di windows. Oke, pertama download filenya di sini atau di sini.

Selanjutnya langkah instalasi:

1. Ekstrak file Squid-2.7STABLE7.bin yang telah didownload. Aku sarankan di ekstrak ke direktory c:\squid\ untuk lebih mempermudah mengikuti tutorial ini.

2. Lihat dan perhatikan isi folder c:\squid\etc\. Disana ada beberapa file konfigurasi default squid sebagai berikut:

– cachemgr.conf.default

– mime.conf.default

– squid.conf.default

– squid_radius_auth.conf.default

Yang perlu kita lakukan adalah, me-rename keempat file tersebut menjadi:

– cachemgr.conf

– mime.conf

– squid.conf

– squid_radius_auth.conf


3. Buka file squid.conf dengan editor teks. Bisa gunakan Notepad, Wordpad atau program pihak ketiga seperti Notepad++. Temukan tulisan TAG: http_port. Pastikan di bagian bawah TAG ini sudah ada tulisan http_port 3128 sehingga tampak seperti berikut:

# TAG: http_port

# Usage: port [options]

# hostname:port [options]

# If you run Squid on a dual-homed machine with an internal

# and an external interface we recommend you to specify the

# internal address:port in http_port. This way Squid will only be

# visible on the internal address.

#

# Squid normally listens to port 3128

http_port 3128

4. Temukan TAG: visible_hostname, tambahkan tulisan visible_hostname localhost di bagian bawah tag ini. Hapus tulisan # none. sehingga tampak seperti berikut:

# TAG: visible_hostname

# If you want to present a special hostname in error messages, etc,

# define this. Otherwise, the return value of gethostname()

# will be used. If you have multiple caches in a cluster and

# get errors about IP-forwarding you must set them to have individual

# names with this setting.

#

#Default:

visible_hostname localhost

5. Temukan http_access allow localnet. Tambahkan http_access allow localhost di bawahnya menjadi:

# Example rule allowing access from your local networks.

# Adapt localnet in the ACL section to list your (internal) IP networks

# from where browsing should be allowed

http_access allow localnet

http_access allow localhost

6. Temukan TAG: cache_mgr kemudian ubah menjadi seperti ini:

#  TAG: cache_mgr
#    Email-address of local cache manager who will receive
#    mail if the cache dies. The default is “webmaster”.
#
#Default:
cache_mgr localhost

#  TAG: mail_from
#    From: email-address for mail sent when the cache dies.
#    The default is to use ‘appname@unique_hostname’.
#    Default appname value is “squid”, can be changed into
#    src/globals.h before building squid.
#
#Default:
email.temen2@nama.domain

Misal: alwitofanurhudi@yahoo.co.id

7. Temukan TAG: dns_nameservers, pada tulisan dns_nameservers. Pada bagian bawah tag ini, isi dengan alamat DNS dari ISP yang digunakan dengan format dns_nameservers [primary DNS] [secondary DNS]. Dalam hal ini aku menggunakan ISP Speedy Wilayah Jatim maka akan tampak sebagai berikut:

# TAG: dns_nameservers

# Use this if you want to specify a list of DNS name servers

# (IP addresses) to use instead of those given in your

# /etc/resolv.conf file.

# On Windows platforms, if no value is specified here or in

# the /etc/resolv.conf file, the list of DNS name servers are

# taken from the Windows registry, both static and dynamic DHCP

# configurations are supported.

#

# Example: dns_nameservers 10.0.0.1 192.172.0.4

#

#Default:

dns_nameservers 202.134.1.10 202.134.0.155

Temen2 bisa temukan DNS yang lebih tepat dengan mencoba alamat DNS dari koleksi Server DNS Speedy (untuk yg menggunakan speedy)

202.134.0.155nsjkt1.telkom.net.id

203.130.196.5nsjkt3.telkom.net.id

203.130.196.155nsjkt2.telkom.net.id

202.134.2.5nsbdg1.telkom.net.id / ns2.telkom.net.id

202.134.1.10nssby1.telkom.net.id

203.130.208.18nssmg1.telkom.net.id

203.130.206.250nsmdn1.telkom.net.id

203.130.196.6ns1.telkom.net.id

202.134.1.7ns3.telkom.net.id

atau bisa juga DNS luar negeri di sini.

Akhiri dengan menyimpan file squid.conf tersebut.

8. Buka Start > Run > Ketik CMD [Enter]. Dalam Command Prompt, ketik baris perintah berikut untuk membuat cache direktory:

c:\squid\sbin\squid.exe -D -z [Enter]

Jika muncul pesan popup Windows Security Alert, pilih Unblock untuk memberi akses kepada instalasi Squid Proxy.

9. Selanjutnya, ketik perintah berikut:

c:\squid\sbin>squid.exe -d | -D [Enter]

Tunggu beberapa saat kemudian tekan CTRL + C.

10. Ketik perintah berikut untuk install service squid:

c:\squid\sbin>squid.exe -i [Enter]

12. Yang terakhir (masih di command prompt), ketik:

c:\squid\sbin\squid.exe -O -D [Enter]

11. Jendela command prompt bisa ditutup lalu jalankan Service Panel  melalui Control Panel > Administrative Tools > Services. atau

Start > Run > ketik Services.msc [Enter]

Temukan service bernama Squid > Klik link Start di panel sebelah kiri untuk menjalankan Squid.

12. Selanjutnya, Ubah setting pada browser. Arahkan proxy pada browser ke alamat localhost dengan port 3128 seperti gambar berikut:

Secara default Squid akan menjalankan proses sendiri tiap kali PC melakukan restart. Cache squid ini disimpan dalam folder c:\squid\var\cache. Untuk melihat log file squid proxy, temen2 bisa mengetikkan:

more c:\squid\var\logs\access.log [Enter]

UNINSTALL

Jika temen2 ingin menghapus squid, ketikkan perintah berikut di Command Prompt.

c:\squid\sbin>squid -r -n squid [Enter]

Selesai. Gampang bukan?

Semoga bermakna dan bermanfaat. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: